Mahasiswa identik dikenal dengan sebutan agen of change dan
juga agen of control. Yaitu merupakan seorang penggerak perubahan dalam tatanan masyarakat sekaligus sebagai pengontrol kebijakan pemerintahan.
Namun dibalik itu semua mahasiswa tidak hanya dituntuk
untuk mengejar nilai akademik saja, tetapi mahasiswa juga harus bagimana carnya untuk hidup secara mandiri
dan berkarya dengan cara-cara yang kreatif.
Kemandirian mahasiswa artinya tidak hanya bergantung pada kedua
orang tua dan bahkan bantuan dari pemerintah. Maka sudah sepatutnya mahasiswa harus berpikir
seribu cara agar dapat hidup secara imajiner. Namun kini, syukur telah banyak dikalangan mahasiswa yang
sudah bisa mencari uang sendiri sambilan menuntut ilmu sebagai
fokus utamanta
Seorang teman saya yang bernama Rendi Umbara yang saat ini sedang menuntut ilmu pada sebuah universitas ternama di Indonesia, kini ia telah menjadi seorang pedagang kripik pisang
orderan. Sehari-harinya ia mengantar keripik yang telah diorder oleh
pelanggan-pelabggan setianya setiap hari. Keripik yang Rendi jual adalah keripik
aneka rasa, mulai dari rasa coklat, stroberry, keju, kopi dan 5 rasa
lainnya.
Ia berjualan melalui media sisoal dengan cara
memposting serta membroadcast setiap saat dari Blackberry massanger dan akun sosmed lain
miliknya. Tiap harinya normal rendi selalu mendapat orderan 10
bungkus pesanan perhari. Harga perbungkus keripik yang ia jual hanya seharga
Rp.25.000.
"Sekarang Alhamdulillah saya tidak sepenuhnya
berkegantungan lagi dengan orang tua, dan juga saya dapat meringankan
beban mereka terhadap saya dan keluarga" ungkap rendi kepada saya.
Rendi juga berharap agar semua mahasiswa bisa berkarya
walaupun dengan cara yang berbeda yang penting itu halal dan bisa
menghasilkan uang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar