Kemanusian adalah hakikat hidup dan sebagai jati diri manusia. Tujuannya kemanusian tersebut merupakan sebagai bagian dari pada hakekat perekat identitas manusia dalam berhubungan sosial dengan sesamanya, baik dalam pergaulan sehari-hari maupun pada hubungan jangka panjang.
Manusia pada intinya diciptakan dengan kelangkapan tersempurna dari pada makluk lainnya. Diberikan hati untuk merasakan diberikan akal untuk menelusuri jalan pikiran. dan diberikan nafsu sebagai penyeimbang jalan tengah antara akal dan hati nuraninya.
Dalam setiap gerak manusia ada sebuah kendali yang dikontrol oleh akal dan hati. lalu adanya nafsu bukan sebagai kontrol maupun pengendali.
Diantara akal dan hati nafsu hanyalah sebagai konsultan, pembisik, pendorong dan penggerak diantara keduanya,
Jalan tengah yang diambil dalam tindakan manusia adalah hasil konsultasi nafsu kepada hati dan akal yang menghasilkan syahwat sebuah tindakan dorongan baik yang melalui pertimbangan akal ataupun melalui pertimbangan hati.
Segala konsikuensi pergerakan tindakan ini ada baik dan buruknya, tergantung bagaimana pencernaan akal maupun hati dalam menerima serta mempertimbangkan dorongan nafsu tersebut.
Ironisnya zaman yang berganti dan berkembang semakin menghilangkan nilai-nilai kemanusian tersebut. semua ini diakibatkan hilangnya moral serta identitas jati diri hakikat manusia itu, akibat kegagalan pengendalian akal dan hati dalam mencerna pertimbangan nafsu yang salah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar