Laman

Selasa, 06 Juni 2017

Nasehat Seorang Bocah Kepada Sang Imam

Nu'man bin Tsabit yang dikenal dengan sebutan Abu Hanifah, atau populer disebut Imam Hanafi, pernah berpapasan dengan seorang anak kecil yg berjalan mengenakan sepatu kayu.


Lalu sang imam berkata "Hati-hati nak dg sepatu kayumu itu, Jangan sampai kau tergelincir". Bocah itu pun tersenyum dan mengucapkan terima kasih atas perhatian Abu Hanifah tersebut.

"Bolehkah saya tahu namamu Tuan?" tanya si anak kecil itu.

"Nu'man namaku", Jawab sang imam."

Jadi, Tuanlah yang selama ini terkenal dengan gelar al-imam al-a'dhom. (Imam agung) itu..??" Tanya si anak tersebut.

"Bukan aku yang memberi gelar itu, Masyarakatlah yang berprasangka baik dan memberi gelar itu kepadaku" jawab Abu Hanifa.

"Wahai Imam, hati-hati dengan gelarmu. Jangan sampai Tuan tergelincir ke neraka karena gelar itu, Sepatu kayuku ini mungkin hanya menggelincirkanku di dunia. Tapi gelarmu itu dapat menjerumuska mu ke dalam api yang kekal, jika kesombongan dan keangkuhan menyertainya"

Ulama besar yang diikuti banyak umat Islam itupun menangis. Imam Abu Hanifah bersyukur. Siapa sangka, peringatan datang dari lidah seorang bocah.

Betapa banyak manusia *tertipu karena jabatan, tertipu karena kedudukan, tertipu karena gelar, tertipu karena kemaqoman, tertipu karena Harta yg berlimpah, tertipu krn status sosial.

Hikmah dari cerita tersebut ialah jangan sampai kita terjerumus menjadi angkuh serta sombong karena sebuah gelar, jabatan, status sosial dan kebesaran di dunia ini yang kita dapatkan. karna pada intinya kita bukanlah siapa siapa.

Pepatah mengatakan " Sepasang tangan yang menarikmu kala terjatuh harus lebih kau percayai dari pada seribu tangan yang menyambutmu kala tiba di puncak kesuksesan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar